Home The News FOKUS
FOKUS PDF Print E-mail
Written by Atep   
Saturday, 05 September 2009 07:00

Benih Unggul Tingkatkan Produktivitas


 

Kendati benih unggul bukan satu-satunya faktor yang bisa meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit, faktanya beberapa perusahaan perkebunan semakin fokus mengembangkan benih unggul kelapa sawit.

 

 

Peningkatan produktivitas kini menjadi perhatian utama perkebunan kelapa sawit nasional. Berbagai usaha pun dilakukan, dari pengolahan lahan hingga penggunaan benih unggul kelapa sawit. Namun, apakah dengan penggunaan benih unggul lantas produktivitas langsung bisa meningkat drastis?

 

Jawabannya bisa ya atau tidak. Pasalnya, untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit banyak faktor yang mesti dilihat, misalnya lokasi lahan, tingkat kesuburan tanah, perawatan termasuk proses panen yang kesemuanya menjadi landasan utama bagi penerapan best management practise (BMP).

 

Rupanya tidak hanya faktor BMP, penggunaan benih unggul sawit juga sangat mempengaruhi hasil produktivitas kebun sawit, kendati penggunaan benih unggul tanpa didukung perawatan yang maksimal dengan menerapkan BMP hasilnyapun kurang sesuai keinginan, begitupun sebaliknya.

 

Bagi perusahaan yang telah menerapkan BMP, kebutuhan akan benih unggul sawit menjadi sangat penting guna meningkatkan performa kebun sawitnya, contohnya PT Astra Agro Lestari Tbk.

 

Perusahaan yang telah menghasilkan produksi minyak sawit mentah hingga 1 juta ton/tahun ini merasa benih unggul menjadi kebutuhan utama setelah penerapan BMP.”Intinya untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal penerapan BMP dulu baru penggunaan benih unggul,” ungkap Kepala Divisi Riset PT Astra Agro Lestari Tbk., Satyoso Harjotedjo.

 

Menurut Satyoso, tidak bisa suatu perusahaan menebang habis pohonnya dan diganti dengan benih kelapa sawit yang lebih unggul hanya untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi, langkah tersebut pastinya akan banyak menelan biaya tinggi disamping menghilangkan peluang mendapatkan benefit tinggi dari melambungnya harga CPO.

 

Sebagai alternatifnya dengan melakukan BMP, caranya memaksimalkan perawatan guna menghasilkan produktivitas yang tinggi, namun disaat sudah maksimal maka barulah penggunaan benih unggul dilakukan. Itupun melihat kondisi umur tanaman, bila sudah masuk masa replanting baru diganti dengan benih unggul.

 

Langkah tersebut menjadikan Astra kedepan siap masuk ke industri benih sawit. Menurut Satyoso, langkah yang dilakukan Astra tidak lain untuk mencapai produktivitas sawit di kebunnya lebih tinggi lagi dari saat ini yang baru rata-rata mencapai 5 ton/ha/tahun. “Sekarang rata-rata menghasilkan 5 ton ha/tahun, maka perlu dipikirkan bagaimana kedepan bisa menghasilkan 6 ton/ha/tahun” papar dia kepada InfoSAWIT.

 

Persiapan masuk ke industri benihpun sudah pada taraf persiapan, bahkan kebun induk sudah dibuat oleh PT Astra Agro Lestari Tbk.

“Pokoknya semua sudah dipersiapkan,” papar Satyoso menambahkan.

 

Langkah serupa dilakukan PT Bakrie Sumatera Plantation (BSP) Tbk., yang sudah merilis benih unggul hasil kerjasama dengan lembaga riset di Costarica yang diberi nama Compact.

 

Dimana benih ini bisa menghasilkan produktivitas mencapai 40 ton Tandan Buah Segar (TBS)/ha/tahun dengan rendemen setinggi 25% berarti diperkirakan akan menghasilkan minyak sawit mentah (CPO) sebanyak 10 ton/ha/tahun.Selanjutnya pada majalah edisi maret 2010.

Last Updated on Wednesday, 10 March 2010 11:56
 


InfoSAWIT Edisi Cetak

Langganan dan Agen

Majalah InfoSawit

Berita Foto

Statistics

Members : 8
Content : 85
Web Links : 6
Content View Hits : 17314

Daftar Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday102
mod_vvisit_counterYesterday133
mod_vvisit_counterThis week488
mod_vvisit_counterLast week948
mod_vvisit_counterThis month1347
mod_vvisit_counterLast month2457
mod_vvisit_counterAll days14596

Event