Home The News FOKUS
FOKUS PDF Print E-mail
Written by Qayuum Amri   
Saturday, 05 September 2009 07:00


 

Kendala di Sekitar Produktivitas Sawit

 

 

Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas kelapa sawit, antara lain genetik, tanaman, iklim, kualitas lahan, teknologi budidaya, serta perilaku manusia. Cara terbaik untuk menggenjot produktivitas adalah perbaikan teknik budidaya.

 

 

Produktivitas CPO nasional memang meningkat dari tahun ke tahun. Namun,  peningkatan itu lebih dominan oleh faktor ekstensifikasi ketimbang intensifikasi.

 

Coba lihat data Departemen Pertanian (Deptan),  luas areal kelapa sawit selama lima tahun belakangan meningkat cukup pesat. Jika tahun 2005 luas perkebunan sawit hanya 5,4 juta hektare (ha), tahun 2009 sudah melonjak menjadi 7,5 juta ha.

 

Dengan semakin terbatasnya ketersediaan lahan, jelas itu akan mengurangi ruang untuk melakukan ekstensifikasi atau perluasan areal baru, sehingga pilihannya lebih pada program intensifikasi.

 

Dirjen Perkebunan Deptan, Achmad Mangga Barani menyatakan, peningkatan produksi kelapa sawit, selain menggenjot produktivitas juga melalui perluasan lahan. Tapi, perluasan lahan sawit harus berhati-hati dengan tidak merambah kawasan hutan. Sedangkan untuk ekstensifikasi, dialokasikan di lahan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK) dan areal penggunaan lain (APL).

 

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia, Soedjai Kartasasmita berharap, untuk menghindari citra negatif Indonesia di luar negeri, maka sebisa mungkin perluasan lahan kelapa sawit dihindari karena

dipandang merusak hutan.

 

Soedjai mengusulkan pengembangan kelapa sawit lebih mengarah pada peningkatan produktivitas, melalui penggunaan benih unggul dan teknik pemupukan yang baik.

Apalagi, untuk pengembangan areal baru, kini ketersediaan lahan semakin terbatas. Bahkan, menurut Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumatera Utara, Balaman Tarigan, areal yang tersisa secara umum memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah, atau lahan gambut yang biaya pengelolaannya terbilang mahal.

Direktur Utama PT Nusa Sawit Persada, Teguh Patriawan menambahkan, untuk meningkatkan produktivitas tanaman bisa dilakukan dengan dua cara, yakni melalui intensifikasi dan ekstensifikasi.

 

Intensifikasi dengan melakukan peremajaan tanaman kelapa sawit yang sudah berusia tua. Dengan demikian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas. Juga melalui rekayasa genetik tanaman sawit.

 

“Kendati peremajaan tanaman masih terbatas, sekitar 50.000 ha/tahun, tetapi ke depan bisa ditingkatkan lagi karena kebutuhannya sudah mendesak lantaran ketersediaan Selanjutnya pada edisi februari 2010

 

 

Last Updated on Wednesday, 10 March 2010 12:16
 


InfoSAWIT Edisi Cetak

Langganan dan Agen

Majalah InfoSawit

Berita Foto

Statistics

Members : 8
Content : 85
Web Links : 6
Content View Hits : 17303

Daftar Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday97
mod_vvisit_counterYesterday133
mod_vvisit_counterThis week483
mod_vvisit_counterLast week948
mod_vvisit_counterThis month1342
mod_vvisit_counterLast month2457
mod_vvisit_counterAll days14591

Event