| FOKUS |
|
|
|
| Written by Qayuum Amri |
| Monday, 26 April 2010 00:00 |
|
Kontribusi Besar SDM Sawit
Sektor industri kelapa sawit berkontribusi besar menciptakan lapangan kerja, terutama di sejumlah daerah di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Konsistensi penyerapan tenaga kerja dipastikan tetap berlanjut.Tiada terpungkiri, sektor perkebunan kelapa sawit selama ini memberi kontribusi yang signifikan dalam penyerapan tenaga kerja di negeri ini. Sebagai sektor industri padat karya, jutaan pekerja terserap untuk menggarap berjuta hektare lahan perkebunan sawit.Dengan luas lahan perkebunan sawit nasional saat ini total mencapai 6,7 juta hektare (ha), setidaknya ada 1,3 juta orang pekerja yang menggantungkan hidupnya dari sawit. Asumsinya, setiap 10 ha areal lahan sawit memerlukan dua orang pekerja. Itu belum termasuk pekerja di pabrik kelapa sawit dan industri pengolahan atau refineri. Bahkan, program revitalisasi perkebunan kelapa sawit nasional, dengan target penambahan lahan seluas 2 juta ha hingga tahun 2011 berdasarkan data Departemen Pertanian (Deptan), berpotensi menyerap tenaga kerja sebanyak 340 ribu orang. Menurut Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Deptan, Ato Suprapto, tenaga kerja tersebut sangat diperlukan untuk mengisi pekerjaan di lini budidaya, perkebunan, dan pabrik minyak sawit. Menurut Praktisi perkebunan, Maruli Pardamean, setiap kebun sawit seluas 7.000 ha biasanya dipimpin seorang manajer umum yang akan membawahkan empat manajer, yakni manajer kebun, manajer PKS, manajer administrasi dan keuangan, serta manajer teknik. Untuk struktur organisasi kebun, menurut Maruli, manajer kebun memimpin seorang asisten kepala (askep). Selanjutnya, askep mengoordinasi asisten lapangan yang bertugas mengawasi kegiatan pembibitan, pemeliharaan dan pemanenan. Selain itu, askep juga memimpin asisten teknik yang bertanggungjawab pada pemeliharaan dan perawatan kendaraan, alat berat dan mesin-mesin, serta sarana prasarana lain. Mereka biasa disebut staf perkebunan. Diluar staf perkebunan, ada pekerja yang disebut buruh harian lepas (BHL), karyawan harian tetap dan karyawan bulanan. Kalau BHL melakukan pekerjaan bersifat temporer antara lain memupuk, membabat gawangan, dengan upah sesuai hari mereka bekerja. Untuk karyawan harian tetap menjalankan pekerjaan bersifat tetap seperti panen, operator alat berat dan kendaraan. Karyawan bulanan berkutat kepada pekerjaan bersifat khusus misalnya administrasi, mekanik dan mengawasi pekerjaan karyawan harian lepas maupun tetap seperti mandor. Selengkapnya pada edisi mei 2009 |
| Last Updated on Tuesday, 27 April 2010 13:43 |

Berita Lintas
- Petani Malaysia Khawatir Dampak El Nino PETALING JAYA
- Produksi Minyak Sawit Lestari Diprediksi Naik KUALA LUMPUR
- CME Group Luncurkan Kontrak Future CPO
- Harga CPO Diprediksi Capai Level RM 3.300
- Peran Penting Minyak Sawit
- Deptan Bangun Kebun Genetika Kelapa Sawit JAKARTA
- CPO Kontributor Ekspor Non Migas JAKARTA
- IOI Corp Menyatukan Bisnis Hilir Sawit KUALA LUMPUR
- Fitch: Profil Kredit CPO 2010 SINGAPURA
- Malaysia Butuh Solusi Ketergantungan Tenaga Kerja Asing KOTA KINABALU
- Malaysia Tidak Tunduk Pada Tekanan LSM Asing KUCHING
- Sawit dan Tebu Tanaman Energi Paling Sustainable
Kurs IDR
sumber: KlikBCA.com
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Facebook FanBox
Langganan dan Agen
| Majalah InfoSawit |
Harga CPO
Berita Foto
Member Login
Daftar Pengunjung
Statistics
Members : 12Content : 87
Web Links : 1
Content View Hits : 33538































