Home News Berita Takut Merugi Pabrik Biodiesel Belum Berproduksi
Takut Merugi Pabrik Biodiesel Belum Berproduksi PDF Print E-mail
Written by Atep Yulianto   
Monday, 26 April 2010 00:00

KUCHING – Asosiasi Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit Sarawak (SOPPOA), menginginkan pemerintah melihat kembali kebijakan pengenaan pajak penjualan CPO, guna menolong pekebun pada saat masa produksi turun.

Pelaku perkebunan di Sarawak saat ini mengalami masa berat sebab biaya perkebunan mengalami peningkatan, disamping ongkos transportasi yang berbiaya tinggi di banding wilayah Peninsular.

SOPPOA berharap pemerintah hanya menarik pajak sebesar 2,5% per ton bila harga CPO di atas RM 2.500/ton untuk lima tahun mendatang. Saat ini pajak dikenakan sebesar 5% per ton pada saat harga rata-rata CPO berada di atas RM 1.500/ton.

Tulis Bernama, Asosiasi meminta pajak sebesar 2,5% diturunkan pada saat harga CPO berada dikisaran RM 1.001 hingga RM 1.400, lantas bila harga jatuh dikisaran RM 1.000/ton pajak ditiadakan.

Saat ini dengan harga CPO di atas RM 2.000/tahun, pelaku perkebunan mesti membayar ke negara lebih dari RM 100 untuk setiap ton yang diproduksi. Padahal Sarawak memiliki areal perkebunan terbesar di Malaysia, bahkan memasok sekitar 80% untuk industri.

Berdasar studi yang dilakukan KPMG, sekitar lima tahun mendatang yield perkebunan kelapa sawit akan bisa menyamai yield yang dihasilkan perkebunan kelapa sawit yang ada di Peninsular.

Last Updated on Tuesday, 27 April 2010 13:34
 


Langganan dan Agen

Majalah InfoSawit

Berita Foto

Member Login



Daftar Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday30
mod_vvisit_counterYesterday112
mod_vvisit_counterThis week416
mod_vvisit_counterLast week601
mod_vvisit_counterThis month784
mod_vvisit_counterLast month3618
mod_vvisit_counterAll days37318

Statistics

Members : 12
Content : 87
Web Links : 1
Content View Hits : 33545