| Pro Kontra Pengembangan Kelapa Sawit |
|
|
|
| Written by Bantolo |
| Thursday, 13 August 2009 11:18 |
|
Judul : Memaknai Sebuah Anugerah Sumbangsih Kelapa Sawit Indonesia Bagi Dunia Penulis : Achmad Mangga Barani Penerbit : Ideals Agro Abrar Halaman : 104 Tahun : 2009
Sejak Indonesia menjadi produsen terbesar minyak sawit mentah (CPO) pada tahun 2007. Kelapa sawit dalam perkembangannya menjadi buah bibir di dalam negeri namun di dunia internasional. Selain berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian bangsa, minyak sawit diyakini mulai menggeser peran minyak nabati lain seperti minyak kedelai, rapeseed dan minyak bunga matahari. Lantaran dari sisi produktivitas lebih tinggi dan harganya lebih ekonomis.
Dengan besarnya benefit yang dimiliki kelapa sawit, Indonesia ke depan mesti mempunyai langkah dan strategi kebijakan guna meningkatkan daya saing produk minyak sawit, di tengah pro kontra pengembangan kelapa sawit di Indonesia maupun di dunia.
Buku buah pikir Achmad Mangga Barani yang berjudul “Memaknai Sebuah Anugerah Sumbangsih Kelapa Sawit Indonesia Bagi Dunia”, didalamnya memberikan pencerahan kepada pembaca mengenai sejarah, manfaat, dan strategi kebijakan industri sawit dari sektor hulu hingga hilir.
Industri kelapa sawit memang sudah menjadi salah satu andalan perekonomian Indonesia dengan luas sekitar 7 juta hektare (ha) dan produksi 19,2 juta ton pada 2008. Sementara ekspor CPO dan produk turunannya mencapai 14,6 juta ton dengan nilai lebih dari US$ 12,4 miliar.
Penulis berusaha menggambarkan perjalanan komoditas kelapa sawit yang mulai dikembangkan secara masif mulai tahun 1970-an, pada kenyataannya sekarang tanaman ini telah menjadi primadona. Kendati masih ada beberapa kalangan pemerhati lingkungan berpendapat pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia tidak ramah lingkungan.
Padahal dengan potensi lahan dan pasar yang terbilang cukup besar, masih bisa dikembangkan. Namun tak kalah penting yang mesti diperhatikan ialah aspek kelestarian lingkungan, supaya bisa diwujudkan industri kelapa sawit dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.
Oleh karenanya perubahan sistem dan manajemen produksi di industri sawit yang lestari mesti diterapkan. Dengan demikian pandangan miring terhadap komoditas ini yang dilontarkan para pegiat sosial bisa ditepis.
Penulis juga memberikan langkah-langkah penyempurnaan dalam pengembangan industri kelapa sawit nasional diantaranya: mengoptimalkan kinerja industri kelapa sawit, membangun perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, mengatur tata ruang dan HGU, menerapkan relokasi bea keluar CPO, mengembangkan infrastruktur, mengembangkan sistem integrasi industri kelapa sawit dan membangun kebun plasma nutfah. |
| Last Updated on Thursday, 13 August 2009 11:27 |

Berita Lintas
- Petani Malaysia Khawatir Dampak El Nino PETALING JAYA
- Produksi Minyak Sawit Lestari Diprediksi Naik KUALA LUMPUR
- CME Group Luncurkan Kontrak Future CPO
- Harga CPO Diprediksi Capai Level RM 3.300
- Peran Penting Minyak Sawit
- Deptan Bangun Kebun Genetika Kelapa Sawit JAKARTA
- CPO Kontributor Ekspor Non Migas JAKARTA
- IOI Corp Menyatukan Bisnis Hilir Sawit KUALA LUMPUR
- Fitch: Profil Kredit CPO 2010 SINGAPURA
- Malaysia Butuh Solusi Ketergantungan Tenaga Kerja Asing KOTA KINABALU
- Malaysia Tidak Tunduk Pada Tekanan LSM Asing KUCHING
- Sawit dan Tebu Tanaman Energi Paling Sustainable
Kurs IDR
sumber: KlikBCA.com
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Facebook FanBox
Langganan dan Agen
| Majalah InfoSawit |
Harga CPO
Berita Foto
Member Login
Daftar Pengunjung
Statistics
Members : 13Content : 87
Web Links : 1
Content View Hits : 30539































