| Membuat Kompos Secara Kilat |
|
|
|
| Written by Bantolo |
| Thursday, 16 July 2009 14:43 |
|
Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Judul : Membuat Kompos Secara Kilat Penulis : Yovita Hety Indriani Tahun : 2009 Penerbit : Penebar Swadaya Halaman : 62
Cara Praktis Membuat Kompos Kebutuhan pupuk kimia (anorganik) yang terus meningkat saat ini tidak diimbangi dengan ketersediaan yang mencukupi. Akibatnya harga pupuk kimia terus menjulang tinggi. Oleh karenanya para petani membuat alternatif lain dengan giat membuat pupuk organik (kompos) guna menutupi kekurangan pemakaian pupuk kimia.
Pupuk organik selain ramah lingkungan juga dalam membuatnya relatif mudah, faktor inilah yang akhirnya mendorong berkembangnya teknik pembuatan pupuk organik yang berbahan baku kotoran hewan, dedaunan atau humus hijau.
Selain membuatnya mudah, harganya pun tidak terlalu memberatkan petani, kendati butuh waktu guna menghasilkan pupuk organik. Buku karangan Yovita Hety Indiriani mencoba menawarkan ide dalam pembuatan pupuk kompos secara singkat melalui prinsip pengomposan yang baik.
Selama ini proses pengomposan membutuhkan waktu relatif lama, misalnya dalam membuat pupuk kompos dibutuhkan waktu dua hingga tiga bulan bahkan ada yang mencapai enam bulan. Sehingga penulis memberikan jalan keluar dengan mempercepat proses tersebut dari beberapa bulan menjadi hanya beberapa minggu saja.
Kompos sendiri merupakan hasil fenomena atau dekomposisi dari bahan-bahan organik. Tetapi pada prinsipnya dalam proses pengomposan bahan organik tidak dapat langsung digunakan oleh tanaman karena perbandingan C/N dalam bahan tersebut relatif tinggi atau tidak sama dengan C/N tanah. Sementara nilai C/N merupakan hasil perbandingan antara karbohidrat dan nitrogen.
Di bab 2 diterangkan cara membuat kompos dengan aktivator Organic Decomposer (OrgaDeg) dengan mengelola limbah dari tandan kosong kelapa sawit (TTKS). Aktivator OrgaDeg adalah mikroba yang mempunyai kemampuan untuk menghancurkan bahan organik dalam waktu singkat dan bersifat antagonis terhadap beberapa penyakit akar.
Kecepatan OrgaDec menghancurkan bahan organik tergantung pada volume bahan dan kondisi pengomposan yang terkontrol. Proses pengomposan TTKS pada umumnya berlangsung selama 12-18 bulan, tetapi dengan menggunakan OrgaDeg hanya memakan waktu 14-21 hari.
Selain itu, kendati buku ini hanya terdiri 62 halaman, juga memberikan informasi beberapa cara dalam membuat kompos dengan beberapa aktivator misalkan, aktivator Stardec, aktivator EM-4, aktivator Harmony, aktivator Fix-Up Plus dan membuat kompos cacing tanah. |

Berita Lintas
- Petani Malaysia Khawatir Dampak El Nino PETALING JAYA
- Produksi Minyak Sawit Lestari Diprediksi Naik KUALA LUMPUR
- CME Group Luncurkan Kontrak Future CPO
- Harga CPO Diprediksi Capai Level RM 3.300
- Peran Penting Minyak Sawit
- Deptan Bangun Kebun Genetika Kelapa Sawit JAKARTA
- CPO Kontributor Ekspor Non Migas JAKARTA
- IOI Corp Menyatukan Bisnis Hilir Sawit KUALA LUMPUR
- Fitch: Profil Kredit CPO 2010 SINGAPURA
- Malaysia Butuh Solusi Ketergantungan Tenaga Kerja Asing KOTA KINABALU
- Malaysia Tidak Tunduk Pada Tekanan LSM Asing KUCHING
- Sawit dan Tebu Tanaman Energi Paling Sustainable
Kurs IDR
sumber: KlikBCA.com
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Facebook FanBox
Langganan dan Agen
| Majalah InfoSawit |
Harga CPO
Berita Foto
Member Login
Daftar Pengunjung
Statistics
Members : 13Content : 87
Web Links : 1
Content View Hits : 30539































