| Cara Menggunakan Pupuk |
|
|
|
| Written by Bantolo |
| Saturday, 23 May 2009 13:36 |
|
Penulis : Pinus Lingga dan Marsono Tahun : 2008 Penerbit : Penebar Swadaya Halaman : 150
Cara Menggunakan Pupuk Saat ini tren penggunaan pupuk organik di sektor pertanian mulai menggeser pupuk yang mengandung kimia. Pupuk organik dinilai lebih ramah lingkungan, kendati pemakaian porsi pupuk kimia tidak lantas dihilangkan sebab masih dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan dan produksi tanaman.
Pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah sebagai pengganti unsur hara yang habis terisap tanaman. Jadi memupuk berarti menambah unsur hara ke dalam tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun).
Secara umum berdasarkan asalnya pupuk dibagi dalam dua kelompok: Pertama, pupuk anorganik seperti pupuk Urea, TSP, SP-36, dan KCL. Kedua, pupuk organik seperti pupuk kandang, kompos, humus, dan pupuk hijau.
Meskipun harus disadari bahwa memupuk bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena urusan menyuburkan tanah ini bukan hanya menuntut pemahaman tentang pupuk tetapi juga tanah dan tanaman. Kalau ketiga hal tersebut tidak dipahami, jangan kaget kalau nanti bukan saja tanaman yang berhenti menghasilkan, namun bisa saja tanah pun ikut menjadi rusak.
Seperti buku-buku yang berbicara tentang pupuk sebelumnya, buku karangan Pinus Lingga dan Marsono bisa dijadikan panduan tentang pupuk dan memupuk. Namun buku ini lebih mengulas tentang pupuk organik yang dianggap lebih ramah lingkungan.
Dalam bab ketiga, buku ini menjelaskan beberapa kelebihan dari pupuk organik sehingga sangat disukai oleh petani, diantaranya: mampu memperbaiki struktur tanah, menaikkan daya serap tanah terhadap air, menaikkan kondisi kehidupan di dalam tanah, dan sebagai sumber zat makanan bagi tanaman.
Selain itu, buku ini juga membahas mengenai pupuk anorganik, yaitu pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia (anorganik) berkadar hara tinggi, misalnya pupuk urea berkadar Natrium 45-46%.
Pada bab keenam, buku dengan tebal 150 halaman ini juga memberikan pengetahuan pemupukan dan penerapannya dalam budi daya tanaman termasuk untuk tanaman kelapa sawit. Jenis pupuk yang dibutuhkan kelapa sawit diantaranya: Urea, TSP, KCL, Kieserit, CIRP, dan Borate.
CIRP digunakan sebagai pupuk dasar dengan dosis 250 gram/lubang tanam. Setelah tanaman berumur setahun, pupuk yang diberikan berupa Urea, TSP, KCL, Kieserit dan Borate.
Pemupukan kelapa sawit dibedakan atas dua cara aplikasi berdasarkan produksi tanaman. Pada tanaman yang belum menghasilkan pupuk ditaburkan merata pada piringan tajuk yaitu berjarak 20 cm dari batang. Setelah tanaman berproduksi pengaplikasian pupuk pun berbeda sesuai dengan jenis pupuknya. (Bantolo) |
| Last Updated on Monday, 25 May 2009 15:31 |

Berita Lintas
- Petani Malaysia Khawatir Dampak El Nino PETALING JAYA
- Produksi Minyak Sawit Lestari Diprediksi Naik KUALA LUMPUR
- CME Group Luncurkan Kontrak Future CPO
- Harga CPO Diprediksi Capai Level RM 3.300
- Peran Penting Minyak Sawit
- Deptan Bangun Kebun Genetika Kelapa Sawit JAKARTA
- CPO Kontributor Ekspor Non Migas JAKARTA
- IOI Corp Menyatukan Bisnis Hilir Sawit KUALA LUMPUR
- Fitch: Profil Kredit CPO 2010 SINGAPURA
- Malaysia Butuh Solusi Ketergantungan Tenaga Kerja Asing KOTA KINABALU
- Malaysia Tidak Tunduk Pada Tekanan LSM Asing KUCHING
- Sawit dan Tebu Tanaman Energi Paling Sustainable
Kurs IDR
sumber: KlikBCA.com
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Facebook FanBox
Langganan dan Agen
| Majalah InfoSawit |
Harga CPO
Berita Foto
Member Login
Daftar Pengunjung
Statistics
Members : 13Content : 87
Web Links : 1
Content View Hits : 30539































