Home Info Buku Cara Menggunakan Pupuk
Cara Menggunakan Pupuk PDF Print E-mail
Written by Bantolo   
Thursday, 30 April 2009 17:05

Judul              : Petunjuk Penggunaan Pupuk

Penulis           : Pinus Lingga dan Marsono

Tahun             : 2008

Penerbit         : Penebar Swadaya

Halaman         : 150

 

Cara Menggunakan Pupuk

Saat ini tren penggunaan pupuk organik di sektor pertanian mulai menggeser pupuk yang mengandung kimia. Pupuk organik dinilai lebih ramah lingkungan, kendati pemakaian porsi pupuk kimia tidak lantas dihilangkan sebab masih dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan dan produksi tanaman.

 

Pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah sebagai pengganti unsur hara yang habis terisap tanaman. Jadi memupuk berarti menambah unsur hara ke dalam tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun).

 

Secara umum berdasarkan asalnya pupuk dibagi dalam dua kelompok: Pertama, pupuk anorganik seperti pupuk Urea, TSP, SP-36, dan KCL. Kedua, pupuk organik seperti pupuk kandang, kompos, humus, dan pupuk hijau.

 

Meskipun harus disadari bahwa memupuk bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena urusan menyuburkan tanah ini bukan hanya menuntut pemahaman tentang pupuk tetapi juga tanah dan tanaman. Kalau ketiga hal tersebut tidak dipahami, jangan kaget kalau nanti bukan saja tanaman yang berhenti menghasilkan, namun bisa saja tanah pun ikut menjadi rusak.

 

Seperti buku-buku yang berbicara tentang pupuk sebelumnya, buku karangan Pinus Lingga dan Marsono bisa dijadikan panduan tentang pupuk dan memupuk. Namun buku ini lebih mengulas tentang pupuk organik yang dianggap lebih ramah lingkungan.

 

Dalam bab ketiga, buku ini menjelaskan beberapa kelebihan dari pupuk organik sehingga sangat disukai oleh petani, diantaranya: mampu memperbaiki struktur tanah, menaikkan daya serap tanah terhadap air, menaikkan kondisi kehidupan di dalam tanah, dan sebagai sumber zat makanan bagi tanaman.

 

Selain itu, buku ini juga membahas mengenai pupuk anorganik, yaitu pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia (anorganik) berkadar hara tinggi, misalnya pupuk urea berkadar Natrium 45-46%.

 

Pada bab keenam, buku dengan tebal 150 halaman ini juga memberikan pengetahuan pemupukan dan penerapannya dalam budi daya tanaman termasuk untuk tanaman kelapa sawit. Jenis pupuk yang dibutuhkan kelapa sawit diantaranya: Urea, TSP, KCL, Kieserit, CIRP, dan Borate.

 

CIRP digunakan sebagai pupuk dasar dengan dosis 250 gram/lubang tanam. Setelah tanaman berumur setahun, pupuk yang diberikan berupa Urea, TSP, KCL, Kieserit dan Borate.

 

Pemupukan kelapa sawit dibedakan atas dua cara aplikasi berdasarkan produksi tanaman. Pada tanaman yang belum menghasilkan pupuk ditaburkan merata pada piringan tajuk yaitu berjarak 20 cm dari batang. Setelah tanaman berproduksi pengaplikasian pupuk pun berbeda sesuai dengan jenis pupuknya. (Bantolo)

     

Last Updated on Monday, 25 May 2009 16:18
 


Langganan dan Agen

Majalah InfoSawit

Berita Foto

Member Login



Daftar Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday30
mod_vvisit_counterYesterday91
mod_vvisit_counterThis week30
mod_vvisit_counterLast week819
mod_vvisit_counterThis month3906
mod_vvisit_counterLast month3673
mod_vvisit_counterAll days32827

Event

 

Statistics

Members : 13
Content : 87
Web Links : 1
Content View Hits : 30565