| Edible Oil Processing |
|
|
|
| Written by Bantolo |
| Thursday, 30 April 2009 17:01 |
|
Judul : Edible Oil Processing (Chemistry and Technology of Oils and Fats) Penulis : Wolf Hamm dan Richard J. Hamilton Tahun : 14 Maret 2000 Penerbit : Blackwell Publishing Jumlah hal : 296
Berdasarkan publikasi Oil World tahun 1998 produksi tahunan dari 17 jenis minyak makan dan lemak utama telah mencapai sebesar 100 juta ton. Minyak makan dan lemak tersebut terbagi menjadi dua yaitu lemak hewan (animal fats) sekitar 21% dan minyak nabati (vegetable oil) mencapai 79%. Dalam perkembangannya sejak abad ke 20 ternyata minyak nabati terus mengalami peningkatan. Sementara dari komposisi produksi minyak makan dan lemak, sebanyak 100 juta ton saat ini sekitar 81% dipakai sebagai makanan, untuk pakan hewan 5% dan sisanya 14% digunakan untuk industri, dimana sekitar 90% diproduksi untuk sabun dan material bahan kimia lainnya. Produksi minyak makan didominasi oleh empat komoditas yaitu soya, minyak sawit, kanola, dan minyak bunga matahari. Keempat minyak tersebut mengusai 60% pasar di dunia dan dalam perkembangannya produksinya juga akan naik dan bisa memimpin pasar. Selain itu, keunggulan dari minyak nabati tersebut berasal dari wilayah tertentu dan tidak semua negara bisa mengembangkannya. Sedangkan dalam siklus panen dari empat tanaman tersebut berbeda dalam satu tahun. Buku berjudul “Edible Oil Processing” karya Wolf Hamm dan Richard J. Hamilton yang terdiri dari 10 bab ini menjelaskan dari mulai komposisi minyak makan, produksi, pemanfaatan minyak makan, proses pengolahan minyak makan, dan teknologi pengolahannya. Minyak makan dan lemak dalam komposisinya merupakan bagian dari minyak alami. Sementara itu, minyak makan dan lemak diperjual-belikan dalam bentuk campuran minyak terutama triacyglycerols atau biasa disebut triglycerides. Kemudian diacylglycerols (diglycerides) pada level rendahnya yakni monoacylglycerols (monoglycerides) dan free fatty acids, lantas ada beberapa komponen kecil yang beberapa diantaranya adalah material penting. Selain itu, ada komponen fatty acid dan glycerol esters. Secara alami fatty acid bisa diidentifikasi mencapai 1.000, karena jenisnya beragam dan perbedaannya dilihat dari panjang rantai. Namun yang bisa terindikasi diperkirakan paling banyak mencapai 25-50 jenis yang dirasa penting oleh ilmuwan kimia. Fatty acids bisa dibagi menjadi empat kategori yakni saturated acid, monounsaturated acid dari keluarga n-6 dan polyunsaturated acid dari keluarga n-3 (istilah n-6 dan n-3 berkaitan dengan posisi dari ikatan dobel pertama yang terkait dengan metil di akhir rantai). Dengan didukung penulis lainnya, menyebabkan buku ini secara detail menerangkan komposisi dan kegunaan dari jenis minyak alami lainnya seperti phospholipids, sterols, tocols, chlorophyll dan hydrocarbons. |
| Last Updated on Thursday, 30 April 2009 17:11 |

Berita Lintas
- Petani Malaysia Khawatir Dampak El Nino PETALING JAYA
- Produksi Minyak Sawit Lestari Diprediksi Naik KUALA LUMPUR
- CME Group Luncurkan Kontrak Future CPO
- Harga CPO Diprediksi Capai Level RM 3.300
- Peran Penting Minyak Sawit
- Deptan Bangun Kebun Genetika Kelapa Sawit JAKARTA
- CPO Kontributor Ekspor Non Migas JAKARTA
- IOI Corp Menyatukan Bisnis Hilir Sawit KUALA LUMPUR
- Fitch: Profil Kredit CPO 2010 SINGAPURA
- Malaysia Butuh Solusi Ketergantungan Tenaga Kerja Asing KOTA KINABALU
- Malaysia Tidak Tunduk Pada Tekanan LSM Asing KUCHING
- Sawit dan Tebu Tanaman Energi Paling Sustainable
Kurs IDR
sumber: KlikBCA.com
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Facebook FanBox
Langganan dan Agen
| Majalah InfoSawit |
Harga CPO
Berita Foto
Member Login
Daftar Pengunjung
Statistics
Members : 13Content : 87
Web Links : 1
Content View Hits : 30539






























